Sikap Selalu Waspada, Skeptisisme Profesional Seorang Auditor Kunci Mengungkap Kecurangan


 Kini, penyebaran informasi semakin intens berkat globalisasi. Celakanya tidak hanya berita baik yang cepat menyebar, tetapi juga berita buruk yang belum jelas kebenarannya. Tidak luput dari hal itu ialah berita terkait profesi auditor. Pernyataan kontroversial terucap dari mulut Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengenai profesi auditor di negaranya. Pernyataan tersebut merupakan sebuah ancaman untuk menculik dan menyiksa anggota Komisi Audit Filipina (COA) yang dianggap selalu mempersulit keadaan.

 COA adalah sebuah badan independen yang bertugas memeriksa pengeluaran oleh badan-badan pemerintah di Filipina. COA dapat dipersamakan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) di Indonesia. Auditor pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk memeriksa, mengaudit, dan memperbaiki semua akun terkait pendapatan dan pengeluaran milik pemerintahan. Urgensi hadirnya auditor pemerintah semakin jelas terlihat di masa kini. Kejahatan saat ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan bawah, namun juga kalangan atas yang berpendidikan. Kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat yang memiliki posisi dan wewenang yang cukup tinggi ini disebut dengan istilah white collar crime. Kejahatan ini bukan melalui kekerasan, tetapi cenderung melalui tipu muslihat, penyembunyian bukti, dan pelanggaran kepercayaan untuk motif ekonomi.

 Auditor pemerintah bertugas untuk memastikan bahwa kejahatan seperti itu tidak hadir dalam tubuh pemerintah. Auditor pemerintah selalu mendapatkan reputasi sebagai lembaga yang sulit diajak kompromi, karena bertugas meneliti dengan cermat pengeluaran semua lembaga pemerintah. Walaupun seorang auditor tidak memiliki kewenangan untuk menuntut, tetapi bukti-bukti yang telah dikumpulkan selama proses audit dapat digunakan dalam pengadilan untuk memberatkan pihak yang bersangkutan.

 Seorang auditor memiliki sikap khas bernama skeptisisme profesional. Skeptisisme profesional dalam audit adalah suatu sikap yang selalu mempertanyakan dengan penilaian yang kritis terhadap bukti-bukti audit berlandaskan keahlian yang dimiliki oleh auditor, tanpa memiliki kecurigaan berlebihan. Auditor juga harus dapat menghasilkan kualitas audit yang baik dan dapat diandalkan. Ketika seorang auditor tidak menerapkan sikap skeptisisme profesional, auditor hanya akan menemukan kesalahan yang diakibatkan oleh kekeliruan, tidak dengan kesalahan yang diakibatkan oleh kecurangan, yang tentu saja sudah disembunyikan sedemikian rupa. Skeptisisme seorang auditor bukan berarti tidak percaya, tetapi mencari pembuktian sebelum dapat memercayai suatu pernyataan.

 Namun, apakah kinerja auditor pemerintah sudah sesuai dengan teori yang berlaku di atas? Kita lihat kasus di Filipina. Selama masa jabatan Duterte sebagai presiden, sudah beberapa kali temuan oleh COA membantu kinerja Duterte untuk memberantas korupsi ataupun pemborosan anggaran. Beberapa temuan tersebut adalah, antara lain sebagai berikut:

    1. Laporan terkait pemborosan anggaran perjalanan dari presiden sementara dan mantan dewan promosi pariwisata PhilHealth, Celestina de la Serna dan Cesar Montano. COA melaporkan bahwa Montano bepergian sebanyak 14 kali di tahun 2017 dan menghabiskan 2,76 Juta Peso pada perjalanannya ke Asia, Eropa, Australia, dan Amerika Utara. Sementara itu, de la Serna menghabiskan 600.000 Peso untuk biaya penginapan hotel dan tiket pulang pergi pesawat ke kampung halamannya. Akan tetapi, PhilHealth melaporkan kerugian sebesar 9 Miliar Peso pada tahun tersebut. Duterte beberapa kali berbicara bahwa ia alergi terhadap pejabat yang bepergian berlebihan.
    2. Penyimpangan penggunaan anggaran oleh National Food Administration (NFA). Saat terjadinya kekurangan stok dan melambungnya harga beras, NFA menggunakan dana sebesar 3 juta Peso dari anggaran untuk menjamin keamanan pangan dan 5 Juta Peso lainnya untuk membayar utang-utangnya. COA berpendapat bahwa NFA seharusnya menggunakan dana tersebut untuk membeli beras dari petani Filipina, agar stok beras terpenuhi.
    3. Kesalahan dalam pemilihan kontraktor pembuatan perumahan militer dan polisi. COA melaporkan sebuah keanehan dalam proyek pembangunan 28 perumahan senilai 10,6 Miliar Peso yang ditujukan untuk angkatan bersenjata dan kepolisian Filipina. Menurut COA, Otoritas Perumahan Nasional gagal untuk mengevaluasi data kontraktor. Alhasil, kontrak diberikan pada perusahaan yang mempunyai kemampuan terbatas untuk menangani proyek sebesar itu.

 Beberapa temuan tersebut menunjukkan bahwa COA telah melaksanakan tugas sebagai auditor pemerintah dengan baik. Masih banyak lagi temuan COA yang telah menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pemerintahan Filipina.


 Kesimpulan yang dapat ditarik adalah pernyataan mengenai auditor pemerintah yang selalu membuat sesuatu menjadi sulit, tidak dapat dibenarkan. Auditor pemerintah hanya menjalankan tugasnya dengan menerapkan prinsip skeptisisme profesional. Sikap selalu waspada dan selalu mempertanyakan dari seorang auditor merupakan modal awal untuk mencari titik terang dalam kecurangan yang dilakukan oleh suatu pihak.  Yang dapat dilakukan auditor pemerintah selanjutnya adalah meningkatkan kualitas diri agar dapat melakukan tugasnya secara lebih efektif dan efisien, sehingga dapat membuktikan bahwa auditor pemerintah tidak menghambat jalannya pemerintahan, melainkan memperbaiki pemerintahan ke arah yang lebih baik.~FA

Sumber :

  • https://www.aljazeera.com/news/2019/01/philippines-duterte-state-auditors-kidnapped-tortured-190108183013048.html
  • https://www.rappler.com/nation/212232-list-commission-audit-reports-about-key-duterte-concerns-advocacies

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *