Peran Auditor Internal atas Kualitas Pemeriksaan Laporan Keuangan Auditor Eksternal

     Kata audit tak jarang muncul dalam perbincangan suatu asosiasi pada tahap pencapaian tujuan. Umumnya, audit menyertai asosiasi dengan harapan adanya pengembangan pengawasan yang efektif dengan biaya yang wajar, terutama pengawasan yang ditujukan pada laporan keuangan (Hiro Tugiman, 1997). Laporan keuangan sendiri telah dikenal sebagai representasi kinerja asosiasi. Dengan kata lain, mengawasi atau memeriksa laporan keuangan sama halnya dengan memeriksa keseluruhan aktivitas asosiasi. Audit yang ditujukan untuk menguji dan mengevaluasi laporan keuangan disebut audit laporan keuangan. Dalam pelaksanaan audit laporan keuangan, baik auditor internal maupun auditor eksternal memiliki andil yang sangat penting. Namun, banyak orang yang kurang memahami peran masing-masing auditor internal dan auditor eksternal tersebut.

Gambar 1 Peran Auditor Internal

     Auditor internal memiliki dua jenis penugasan, yaitu assurance dan consulting. Keduanya berbeda dari segi pihak yang terlibat, proses, dan hasil. Inti dari audit internal adalah membantu asosiasi dalam mencapai tujuannya, yaitu visi dan misi asosiasi itu sendiri dengan mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola (governance). Kedudukan auditor internal pun masih merupakan bagian di dalam asosiasi. Oleh karena itu, pertimbangan yang berhubungan dengan audit atas informasi keuangan harus dilakukan oleh pemeriksa eksternal mengingat auditor eksternal merupakan bagian yang mandiri dan terpisah dari asosiasi (Amir Widjaya Tunggal, 2007:22).

     Namun, atas pernyataan tersebut, bukan berarti pemeriksaan auditor internal terhadap laporan keuangan tidak dapat dilakukan. Umumnya, auditor internal memeriksa laporan keuangan untuk menilai keandalan laporan keuangan. Selain itu, auditor internal juga menilai tingkat kepatuhan suatu entitas, menilai pengendalian internal, menilai efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya, serta melaksanakan program peninjauan terhadap konsistensi hasil dengan tujuan organisasi. Auditor eksternal selaku penanggung jawab hingga penentu opini atas pemeriksaan laporan keuangan dapat menggunakan hasil pemeriksaan auditor internal tersebut untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan. Untuk menggunakannya dalam audit laporan keuangan, auditor eksternal harus memeroleh kepastian yang wajar bahwa pekerjaan yang dilakukan auditor internal memadai dan dapat dipercaya.

     Pemeriksaan audit internal dapat dikatakan memiliki kepastian yang memadai apabila pekerjaan direncanakan dengan baik, pekerjaan asisten secara baik telah disupervisi, ditelaah, dan didokumentasikan, bukti-bukti layak menjadi dasar untuk simpulan yang dicapai, simpulan yang dicapai auditor internal cukup memadai, laporan konsisten dengan hasil pekerjaan, dan semua permasalahan yang tidak biasa telah diungkapkan dan diselesaikan dengan baik. Jika hasil pemeriksaan auditor internal telah dinyatakan memadai, maka auditor eksternal dapat menggunakannya sebagai acuan yang tidak mengurangi tanggung jawabnya dalam pemeriksaan terhadap laporan keuangan. Sebagai akibat dari hubungan yang timbul atas peranan keduanya dalam audit informasi keuangan, auditor internal dan auditor eksternal juga harus memiliki komunikasi dan koordinasi yang baik.

     Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya auditor internal dan auditor eksternal yang berpartisipasi dalam audit laporan keuangan, peningkatan kualitas pemeriksaan menjadi dua tingkat lebih cermat. Dengan kata lain, peranan auditor internal yang sangat besar tidak diragukan lagi dalam menciptakan pemeriksaan yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *