Apa Saja Kode Etik Auditor Internal terhadap Kualitas Audit?

     Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu kualitas audit dalam tahap quality control pada proses operasioanal perusahaan dan bagaimana pengaruh kode etik auditor internal terhadap kualitas audit tersebut. Pada artikel kali ini, kita akan mendalami dan mengenal lebih jauh mengenai kualitas audit tersebut dan pengaruh kode etik auditor internal terhadap kualitas auditnya. Kualitas audit dalam tahap quality control adalah karakteristik atau gambaran praktik dan hasil audit berdasarkan standar auditing dan standar pengendalian mutu yang menjadi ukuran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab profesi auditor. Kualitas suatu audit berhubungan dengan seberapa baik sebuah pekerjaan diselesaikan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan.

     Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas audit adalah deteksi salah saji. Dalam mendeteksi salah saji, auditor harus memiliki sikap skeptisisme profesional, yaitu sikap mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi bukti audit secara kritis. Salah saji dapat terjadi akibat kekeliruan atau kecurangan. Apabila laporan keuangan mengandung salah saji, dampaknya akan cukup berpengaruh secara individual atau keseluruhan, yakni dapat mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan secara wajar dalam semua hal yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan.

Gambar 1 Kode Etik Auditor Internal

     Selain itu, audit juga disesuaikan dengan standar umum yang berlaku. Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) adalah acuan yang ditetapkan menjadi ukuran mutu yang wajib dipatuhi oleh akuntan publik dalam pemberian jasanya (UU No. 5 Tahun 2011). Auditor bertanggung jawab untuk mematuhi standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik mengharuskan anggota Ikatan Akuntan Indonesia yang berpraktik sebagai auditor mematuhi standar auditing jika berkaitan dengan audit atas laporan keuangan. Terakhir, kepatuhan terhadap Standar Operasional Perusahaan (SOP). SOP adalah penetapan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, di mana, oleh siapa, bagaimana cara melakukan, apa saja yang diperlukan, dan hal lain yang merupakan prosedur kerja yang harus ditaati dan dilakukan. Dalam pelaksanaan audit atas laporan keuangan, auditor harus memeroleh pengetahuan tentang bisnis yang cukup untuk mengidentifikasi serta memahami peristiwa, transaksi, dan praktik yang menurut pertimbangan auditor kemungkinan berdampak signifikan atas laporan keuangan, laporan pemeriksaan, atau laporan audit.

     Para auditor, dalam hal ini auditor internal diharapkan berperilaku dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kode etik seperti integritas, objektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi. Pertama, integritas yang akan membangun kepercayaan terhadap auditor internal sehingga dapat memberikan dasar keyakinan atas penilaian yang dilakukannya. Auditor internal harus melaksanakan pekerjaan secara jujur, hati-hati, bertanggung jawab, mematuhi hukum, serta membuat pengungkapan sesuai ketentuan hukum atau profesi. Auditor internal juga tidak boleh secara sadar terlibat dalam kegiatan ilegal serta harus menghormati dan mendukung tujuan organisasi yang sah dan etis

     Kedua Objektivitas, membuat auditor internal menunjukkan objektivitas profesional yang tinggi dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi terkait aktivitas dan proses yang sedang diperiksa. Auditor internal menilai secara seimbang atas semua keadaan yang relevan dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi atau pihak lainnya dalam memberikan keputusan. Para auditor internal tidak boleh terlibat dalam kegiatan atau hubungan apa pun yang dapat atau diduga dapat menghalangi penilaian secara adil, termasuk kegiatan atau hubungan apa pun yang mengakibatkan timbulnya pertentangan kepentingan dengan organisasi. Auditor internal juga tidak boleh menerima apa pun yang dapat atau diduga dapat mengganggu pertimbangan profesionalnya. Selain itu, auditor internal harus mengungkapkan semua fakta material yang diketahuinya, yang apabila tidak diungkapkan dapat mendistorsi laporan atas kegiatan yang direviu.

     Ketiga kerahasiaan, berarti auditor internal menghargai nilai dan kepemilikan informasi yang didapatkan. Mereka tidak akan membuka informasi tersebut tanpa kewenangan yang jelas kecuali terdapat kewajiban hukum atau profesional yang mengharuskan mereka untuk melakukannya. Para auditor internal harus berhati-hati dalam menggunakan dan menjaga informasi yang diperoleh selama melaksanakan tugas. Auditor internal tidak boleh menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi, hal-hal yang bertentangan dengan hukum, atau merugikan tujuan organisasi yang sah dan etis

     Keempat adanya kompetensi dimana auditor internal menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas-tugas audit internal. Pada aspek ini, auditor internal hanya terlibat dalam pemberian layanan yang sesuai dengan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang dimilikinya. Auditor internal harus memberikan layanan audit sesuai dengan standar praktik profesional serta senantiasa meningkatkan keahlian, efektivitas, dan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *