Analisis Tren Salah Saji LK BK KM PKN STAN Periode 2016-2018

Analisis laporan hasil pemeriksaan BAK disusun guna mengetahui dampak pemeriksaan BAK kepada entitas yang diperiksa. Dampak yang dimaksud adalah tindak lanjut perbaikan dan penyelesaian temuan berulang. Sumber dari analisis ini adalah Executive Summary dari LHP BAK tahun 2016-2018. Indikator yang dipakai pada analisis ini adalah nilai temuan di entitas yang diperiksa. Dari nilai salah saji entitas, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu efektivitas pemeriksaan dan tingkat tindak lanjut dari entitas yang diperiksa.

Nilai salah saji yang dianalisis memiliki tren tertentu di beberapa pos, yaitu:

  • Aset

selama tiga tahun terakhir, terdapat salah saji pada aset sebesar Rp1,916,266,831.30 pada tahun 2016, Rp1,521,767,673.00 pada tahun 2017, dan Rp181,626,617.00 pada tahun 2018. Tren ini menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Sebab dari besarnya nilai temuan ini adalah adanya kekurangan kas di bendahara ketika dilaksanakan cash opname, ketidakandalan pencatatan perolehan aset, dan keberadaan aset yang tidak memadai. 

  • Kewajiban jangka pendek

Pada pos kewajiban jangka pendek muncul pada tahun 2017 sejumlah Rp849,992,000.00, dan Rp16,282,800.00 pada tahun 2018. Munculnya temuan di pos ini karena pada tahun 2017 karena kurangnya pengungkapan kewajiban jangka pendek terkait pengadaan barang di suatu entitas yang diperiksa.

  • Kewajiban jangka panjang

Pada tahun 2016, terdapat salah saji pada kewajiban jangka panjang sebesar Rp44,614,444.29. Salah satu sebabnya adalah adanya salah saji pada sebuah acara multikampus yang diadakan di PKN STAN. Sehingga memengaruhi laporan entitas yang diperiksa.

  • Pendapatan

terdapat salah saji pada pendapatan sebesar Rp318,016,175.00 pada tahun 2016, Rp36,388,500.00 pada tahun 2017, dan Rp32,473,259.00 pada tahun 2018. Fokus masalah yang membuat terjadinya salah saji adalah kurangnya dokumentasi dan kurangnya keandalan dokumen penerimaan pendapatan.

  • Belanja

Terdapat salah saji pada belanja sebesar Rp170,964,958.00 pada tahun 2016, Rp15,986,895.00 pada tahun 2017, dan Rp3,098,371.60 pada tahun 2018. Faktor yang membuat terjadinya temuan di pos belanja adalah kurang andalnya dokumentasi terhadap belanja dan bukti transaksi. 

  • Pembiayaan

Salah saji pada pembiayaan bersifat fluktuatif. Nilai salah saji muncul sebesar Rp394,740,729.00 pada tahun 2016, Rp6,366,600.00 pada tahun 2017, dan Rp24,269,847.00 pada tahun 2018. Salah saji di pembiayaan sering terjadi karena kesalahan pengungkapan dan pencatatan penggunaan SILPA

  • Total Salah Saji

Total salah saji pada KM STAN/KM PKN STAN pada tahun 2016-2018 sebesar Rp6,832,560,981.98 pada tahun 2016, Rp8,270,068,409.00 pada tahun 2017, dan Rp680,845,606.20 pada tahun 2018. Pada tahun 2018 nilainya menurun secara drastis. 

Dari hasil di atas, terjadi masalah yang sebenarnya terjadi secara berulang dan bisa ditanggulangi oleh entitas. Pemeriksaan pada tahun 2018 menunjukkan adanya penurunan nilai salah saji entitas. Sebelumnya, pada tahun 2016-2017, BAK memberi pendampingan terhadap BK KM untuk menyusun LK. Namun mulai tahun 2018, BAK menegaskan kembali fungsinya sebagai auditor eksternal dan tidak memberi pendampingan.

Saran yang dapat disampaikan kepada pemeriksa adalah untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan dan meningkatkan kualitas rekomendasi. Saran bagi BK KM adalah untuk menjalankan rekomendasi yang telah diberikan dan disepakati bersama, sehingga dapat terwujud tata kelola keuangan KM PKN STAN yang akuntabel dan transparan. Selain itu, BK KM juga diharapkan mampu mewariskan ilmu dan pengalaman pengelolaan keuangan bagi pengurus selanjutnya. Saran bagi pemangku kepentingan (BEM dan BLM), adalah untuk meningkatkan sinergi baik dengan BAK atau dengan badan kelengkapan lain, terutama dalam pembentukan peraturan serta usaha-usaha lain guna meningkatkan integritas serta akuntabilitas di KM PKN STAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *